Minggu, 15 November 2009

email client

Mengakses Gmail dengan Email Client
June 15, 2008 by maseko
Setelah mempunyai alamat email dengan domain .co.cc, bagaimana untuk mengaksesnya dengan email client seperti Outlook Express, Microsoft Outlook, Mozilla Thundirbird, email client di handphone, atau lainnya? Kira-kira seperti itulah beberapa pertanyaan yang masuk yang sepertinya terkait dengan tulisan saya mengenai langkah-langkah menggunakan nama domain gratisan .co.cc untuk alamat email.
Sebenarnya, Google sendiri sudah menyediakan langkah-langkah bagaimana caranya mengakses Gmail dengan berbagai email client, tetapi memang belum tersedia versi Bahasa Indonesia-nya. Jadi, apa yang saya tuliskan di sini hanya menerjemahkan dan melengkapi dengan screenshot dari apa yang saya lakukan langsung tetapi hanya untuk Microsoft Outlook Express dengan menggunakan Internet Message Access Protocol (IMAP).
Penggunaan contoh konfigurasi dengan Outlook Express saya lakukan karena program ini sudah ada pada setiap komputer Windows, dan penggunaan akses dengan protokol IMAP saya pilih karena menurut saya akses ini lebih baik dibandingkan dengan akses POP3.
Mengaktifkan Akses IMAP
Keunggulan Gmail yang jarang diberikan oleh penyedia layanan email gratisan lainnya adalah ketersediaan akses email dengan protokol POP dan IMAP. Namun begitu, secara default kedua fitur ini belum aktif. Untuk mengaktifkan akses menggunakan IMAP, login ke Gmail, kemudian klik menu Settings. Selanjutnya pilih tab Forwarding and POP/IMAP. Pada pengaturan status IMAP Access, pilih Enable IMAP. Akhiri dengan mengklik tombol Save Changes.
Mengkonfigurasi Outlook Express
Buka program Outlook Express dari Start – All Programs – Outlook Express. Selanjutnya dari pilih menu Tools – Accounts…. Pada kotak Internet Accounts yang muncul, klik tombol Add – Mail…

Selanjutnya akan masuk langkah-langkah menambahkan account email. Pada langkah selanjutnya akan diminta memasukkan Display name, masukkan nama Anda yang akan digunakan pada saat mengirim email, kemudian klik Next.

Langkah selanjutnya adalah memasukkan alamat email pada form isian E-mail address dilanjutkan klik Next.
Memasuki langkah selanjutnya, pada pilihan My incoming mail server is a ____ server, pilih IMAP. Isikan “imap.gmail.com” pada Incoming mail (POP3, IMAP or HTTP) server dan isikan “smtp.gmail.com” in the Outgoing mail (SMTP) server. Kemudian klik Next.

Selanjutnya akan diminta memasukkan username dan password. Pada isian Account name, isikan dengan alamat email lengkap, dan Password diisi dengan password yang biasa digunakan untuk mengakses email. Lanjutkan dengan klik Next.

Pada langkah selanjutnya klik Finish. Langkah pengaturan masih belum selesai, dan ketika kembali ke jendela Internet Accounts, pilih imap.gmail.com kemudian klik tombol Properties.

Pada jendela pengaturan selanjutnya, klik tab Advanced. Di bawah Outgoing mail (SMTP), beri centang pada This server requires a secure connection (SSL), dan isian Outgoing mail (SMTP) ubah port-nya menjadi 465. Di bawah Incoming mail (IMAP), centang This server requires a secure connection (SSL). Pastikan port yang digunakan menjadi 993.

Kemudian klik tab Servers, dan beri centang pada My server requires authentication. Akhiri dengan klik OK.

Berikutnya akan ditanyakan apakah akan mendownload folder-folder yang ada pada Gmail, pilih saya Yes. Setelahnya klik tombol Send/Recv untuk memulai mendowload email-email yang ada di account Gmail. Mengingat akses yang digunakan adalah IMAP, maka email-email pada Inbox akan didownload semua termasuk dengan status apakah sudah atau belum dibaca.
Dan untuk email client lainnya, sesuaikan saja dengan cara-cara di atas, dan yang perlu diperhatikan adalah account atau username menggunakan alamat email lengkap, incoming mail server adalah imap.gmail.com dengan port 465 (SSL), dan outgoing mail server adalah smtp.gmail.com dengan port 993 (SSL). Panduan dari Google mengenai setting berbagai email client ini dapat dibaca pada halaman ini.

Selasa, 10 November 2009

wafatnya sang rasul

Detik-detik kewafatan Rasulullah SAW telah tiba. Rasulullah SAW menyandarkan tubuhnya yang suci ke pangkuan Sayyidah `Aisyah. Tatkala itu, masuklah Abdurrahman dan Abubakar dan ditangannya ada sepotong siwak. Dengan matanya yang indah, Rasulullah SAW memandangi siwak tersebut dan menunjukkan bahwa beliau menginginkannya. Kemudian Sayyidah ‘Aisyah berkata kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah maukah aku ambilkan siwak ini untukmu ?” Beliau pun menganggukkan kepalanya bertanda mengiyakan. Kemudian Sayyidah ‘Aisyah pun mengambil siwak tersebut dan mengunyah ujungnya sampai lunak kemudian memberikannya kepada Rasulullah. Dan Rasulullah pun bersiwak dengan cara yang paling baik sebagaimana lazimnya dilakukan oleh beliau kala sehatnya. Di depan beliau ada sebuah bejana berisi air, lalu beliau memasukkan kedua tangannya ke dalam air tersebut kemudian mengusapkan kewajahnya sambil berkata : “La ilaaha illallah, sesungguhnya kematian itu mengalami saat-saat yang pedih”.

Tak berselang lama selesai bersiwak , saat itu kepala Rasulullah berada di pangkuan Sayyidah ‘Aisyah dan Sayyidah ‘Aisyah merasakan beratnya kepala Rasulullah di pangkuannya. Terlihat Baginda Rasul mengangkat kedua tangannya dan menatapkan pandangan ke atas, ke dua bibirnya bergerak dan Sayyidah ‘Aisyah mendengarkannya beliau berkata lirih : “bersama-sama dengan orang-orang yang telah engkau anugerahi nikmat, yaitu para Nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang sholeh. Ya Allah, ampunilah dan kasihanilah aku, pertemukan aku dengan kekasih Yang Maha Tinggi , Ya Allah Kekasih Yang Maha Tinggi”.

Beliau mengulangi kalimat yang terakhir ini tiga kali, kemudian ke dua mata Rasulullah terpejam dan suara beliau pun tak terdengar lagi. Ruh suci beliau naik menuju kekasih Yang Maha Tinggi, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Sesungguhnya kita milik Allah dan kita pun akan kembali kepada-Nya.

Rasulullah wafat pada waktu dhuha musim panas, hari senin 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriah. Usia beliau saat itu telah mencapai enam puluh tiga tahun lebih empat hari.

(Al Habib Hasan Bin Ja'far Assegaf Setelah Berziarah di Maqam Rasulullah di Masjid Nabawi, Madinah)